Mitos Pernikahan Di Dunia (bagian 2)
Home » Wedding's Facts » Mitos Pernikahan Di Dunia (bagian 2)
Mitos pernikahan di dunia berikut ini masih mengenai kepercayaan dan sejarah mengenai dunia pernikahan. Boleh percaya atau tidak, tetapi mitos ini sudah berlangsung berpuluh bahkan beratus abad yang lalu.
• Berlian dipadupadankan dengan emas atau perak,menjadi popular sebagai cincin pertunangan di masyakarat kalangan atas, kota Venezia, sekitar 15 abad yang lalu.
• Batu safir dalam cincin pernikahan mengandung arti pernikahan yang selalu bahagia.
• Hindari memilih cincin pernikahan yang memiliki batu permata berbentuk mutiara. percaya atau tidak, bentuk mutiara ini akan membawa ketidakberuntungan dalam pernikahan, karena bentuk mutiara yang menyerupai air mata.

• Menurut sejarah, Princess Mary, putri dari Henry VIII, merupakan orang pertama yang menerima cincin pertunangan.
• Di Amerika Serikat, sekitar 17 ton emas dijadikan cincin pernikahan setiap tahunnya.
• Jaman Victorian dulu,cincin berbentuk ular dengan butiran batu ruby sangat populer. Lilitan berlian di cincin tersebut menyimbolkan keabadian.
• Batu Aquamarine, merepresentasikan pernikahan yang harmonis, panjang umur dan bahagia.
• Di Asia, pengantin yang mengenakan jubah sulaman burung bangau menyimbolkan kesetiaan terhadap pasangannya.

• Ratu Victoria-lah yang memulai trend mengenakan gaun pengantin berwarna putih, pada tahun 1840. Sebelumnya, para pengantin wanita hanya mengenakan gaun terbaiknya (baik itu merah,hijau, biru, dan lainnya) untuk menikah.
• Di Jepang, warna putih sudah menjadi warna gaun pernikahan, jauh sebelum Ratu Victoria mempopulerkan warna ini sebagai warna identik pernikahan.
• Menurut kepercayaan Yunani dan Romawi, kerudung atau veil dalam pernikahan bermanfaat untuk menghindari sang pengantin wanita dari roh jahat. Sejak itulah, veil mulai dikenal.
• Pernikahan termahal sedunia? Lupakan Chelsea Clinton, karena predikat pernikahan termahal sampai saat ini masih dipegang Sheik Rashid Bin Saeed Al Maktoum, putra dari Princess Salama. Pernikahan itu diselenggarakan di Dubai pada bulan Mei 1981, dengan budget pernikahan mencapai $44 juta.

• Menurut kepercayaan, pengantin wanita diharuskan membawa atau mengenakan “barangnya yang sudah tua” di hari pernikahan mereka, bisa itu pakaian dalam, ikatan rambut, dan barang lainnya. Hal ini sebagai simbol kehidupannya yang terus berjalan.
• Di adat tradisional Denmark, kedua pengantin akan saling bertukar pakaian untuk membuat bingung roh jahat.
• Jika menginginkan pernikahan yang murni,setia, dan penuh cinta, sang pengantin wanita dipercaya harus mengenakan sesuatu yang berwarna biru di hari pernikahannya.
Masih banyak mitos pernikahan di dunia ini yang akan Belle akan bahas. Dan mungkin Anda bisa berbagi mengenai mitos perkawinan di daerahnya masing-masing.
foto:berbagai sumber
Tags : mitos perkawinan, mitos pernikahan, mitos pernikahan di dunia Category : Wedding's Facts






































































































