Perkawinan Adat Sunda, Simbol dan Maknanya (Bagian 2)

Posted by on Apr 30, 2011 in Wedding's Facts | 0 comments

Perkawinan adat Sunda, simbol dan maknanya masih berlanjut pada tahapan-tahapan berikut ini :

Tahap Membuat Lungkun
Dalam tahap ini dua lembar sirih bertangkai saling dihadapkan lalu digulung menjadi satu memanjang. Diikat menggunakan benang kanteh, lalu diikuti kedua orangtua dan para tamu yang hadir. Tahapan ini memiliki makna agar kelak mendapatkan rezeki lebih dapat dibagikan pada saudara dan kerabat.

Perkawinan-Adat-Sunda-Simbol-dan-Maknanya(Bagian2)

Tahap Berebut Uang
Sering disebut ‘saweran’ di mana sang pengantin duduk di bawah payung, lalu disawer uang, beras, permen, sampai kunyit yang diiris. Saeran ini diiringi nyanyian yang berisikan nasehat untuk sang pengantin dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Ritual Menginjak Telur dan Mencuci Kaki
Tahapan ini melambangkan keturunan. Apabila dalam tahapan ini telur yang diinjak pecah, maka sang pengantin segera memperoleh keturunan. Sementara mencuci kaki sang pengantin pria melambangkan penyucian dari dari berbagai hal negatif.

perkawinan-adat-sunda-makna-dan-simbol

Membakar ‘harupat’ (lidi) dan Memecah Kendi
Harupat harus dibakar sampai menyala dan ditip bersama-sama. Tahapan ini melambangkan agar kedua mempelai mau saling mengalah dan emosi sang pengantin pria dapat “didinginkan” dengan kelembutan pengantin wanita. Sementara memecahkan kendi berarti keduanya harus bekerja sama untuk mencapai tujuan.

Muka Panto (Buka Pintu)
Diawali dengan mengetuk pintu tiga kali lalu mengadakan tanya jawab dengan pantun bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah. Setelah kalimat syahadat dibacakan, pintu dibuka dan pengantin pun masuk menuju pelaminan.

Huap Lingklung
‘Huap Lingklung’ dan ‘huap deudeuh’ (kasih sayang) mengandung artian, kedua pengantin disuapi oleh kedua orangtuanya masing-masing sebagai tanda kasih sayang dari orangtua terakhir kalinya. Dilanjutkan dengan sang pengantin saling menyuapi sebagai tanda kasih sayang. Tahapan ini diakhiri dengan saling menarik bakakak (ayam utuh yang telah dibakar). Mempelai yang mendapatkan bagian terbesar konon akan mendapatkan rezeki banyak.

Selain perkawinan adat Sunda ini masih menyusul perkawinan adat lainnya yang ada di Indonesia. Silahkan ditunggu bahasan lainnya.

VN:F [1.9.20_1166]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>