Perkawinan Adat Sunda, Simbol dan Maknanya (Bagian 2)

April 30th, 2011 by wedding belle team in Wedding's Facts | No Comments » | 649 views
Home » Wedding's Facts » Perkawinan Adat Sunda, Simbol dan Maknanya (Bagian 2)

Perkawinan adat Sunda, simbol dan maknanya masih berlanjut pada tahapan-tahapan berikut ini :

Tahap Membuat Lungkun
Dalam tahap ini dua lembar sirih bertangkai saling dihadapkan lalu digulung menjadi satu memanjang. Diikat menggunakan benang kanteh, lalu diikuti kedua orangtua dan para tamu yang hadir. Tahapan ini memiliki makna agar kelak mendapatkan rezeki lebih dapat dibagikan pada saudara dan kerabat.

Perkawinan-Adat-Sunda-Simbol-dan-Maknanya(Bagian2)

Tahap Berebut Uang
Sering disebut ‘saweran’ di mana sang pengantin duduk di bawah payung, lalu disawer uang, beras, permen, sampai kunyit yang diiris. Saeran ini diiringi nyanyian yang berisikan nasehat untuk sang pengantin dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Ritual Menginjak Telur dan Mencuci Kaki
Tahapan ini melambangkan keturunan. Apabila dalam tahapan ini telur yang diinjak pecah, maka sang pengantin segera memperoleh keturunan. Sementara mencuci kaki sang pengantin pria melambangkan penyucian dari dari berbagai hal negatif.

perkawinan-adat-sunda-makna-dan-simbol

Membakar ‘harupat’ (lidi) dan Memecah Kendi
Harupat harus dibakar sampai menyala dan ditip bersama-sama. Tahapan ini melambangkan agar kedua mempelai mau saling mengalah dan emosi sang pengantin pria dapat “didinginkan” dengan kelembutan pengantin wanita. Sementara memecahkan kendi berarti keduanya harus bekerja sama untuk mencapai tujuan.

Muka Panto (Buka Pintu)
Diawali dengan mengetuk pintu tiga kali lalu mengadakan tanya jawab dengan pantun bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah. Setelah kalimat syahadat dibacakan, pintu dibuka dan pengantin pun masuk menuju pelaminan.

Huap Lingklung
‘Huap Lingklung’ dan ‘huap deudeuh’ (kasih sayang) mengandung artian, kedua pengantin disuapi oleh kedua orangtuanya masing-masing sebagai tanda kasih sayang dari orangtua terakhir kalinya. Dilanjutkan dengan sang pengantin saling menyuapi sebagai tanda kasih sayang. Tahapan ini diakhiri dengan saling menarik bakakak (ayam utuh yang telah dibakar). Mempelai yang mendapatkan bagian terbesar konon akan mendapatkan rezeki banyak.

Selain perkawinan adat Sunda ini masih menyusul perkawinan adat lainnya yang ada di Indonesia. Silahkan ditunggu bahasan lainnya.

VN:F [1.9.20_1166]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)

  Category : Wedding's Facts | No Comments » | 649 views

banner_jual_buku_pernikahan

Leave a Comment

*

Buku Persiapan Pernikahan

Testimonial


Pipit
Buku Wedding Planner snagat recomen banget, yang a...

Astrid
Wedding book planner sangat membantu banget buat s...

Kiki
Saya mau nikah tiga bulan lagi ketika saya membeli...

Silvia
Wedding planner book nya sangat berguna dan memban...

Lita
Wedding Plannernya juara! sangat membantu buat uru...

Testimonial Wedding Planner

Please Your Message


Most Viewed Posts

Recent Comments

Newsletter

Dapatkan info persiapan pernikahan, inspirasi dan berbagai tips menarik untuk hari pernikahan setiap minggunya secara GRATIS! Daftarkan alamat email Anda sekarang juga.

Email
Nama
 

Wedding Belle 2013 Supported by :

Search By Keywords

RSS

Wedding Belle 2013 Exhibition