Mitos pernikahan kali ini, Belle akan membahas mengenai mitos yang beredar di seputar melamar sang kekasih. “Maukah kamu menikah dengan saya?” atau “Will you marry me?” kalimat itu dapat membuat seseorang mengalami stres bahkan mimpi buruk. Lamaran bukanlah hal yang sembarangan, diperlukan sebuah keyakinan apakah benar Anda menginginkan sang kekasih dalam kehidupan Anda untuk selamanya, menjadi teman hidup dalam susah maupun senang. Belum lagi memikirkan, apakah sang kekasih akan menerima lamaran tersebut.

Sekedar untuk meringankan beban pikiran Anda dalam proses melamar ini, berikut beberapa mitos lamaran yang beredar di masyarakat.
Mitos : Sang Kekasih akan Terkejut Dengan Lamaran Anda
Tangis bahagia saat sang pria mengajaknya menikah, reaksi itu biasa terjadi dalam sebuah lamaran. Namun, sebuah survei membuktikan, 64% wanita mengetahui jika mereka akan dilamar sang kekasih, namun mereka tidak mengetahui pasti kapan hari penting itu terjadi. Oleh karena itu, jika Anda berniat untuk melamar sang kekasih, sebenarnya kekasih Anda telah memilki intuisi jika Anda akan melamarnya, hanya tidak mengetahui kapan tepatnya.
Untuk membuat surprise sang kekasih, cobalah untuk melamarnya beberapa hari di tanggal yang penting bagi Anda, pasangan Anda, ataupun Anda berdua. Atau melamarnya di hari-hari yang tidak terduga, kapan pun Anda siap.
Mitos : Ukuran Karat pada Cincin Tidak Masalah
Cincin berkarat besar namun batu/berliannya tidak berkualitas tinggi? Sebagian besar wanita lebih memilih cincin berkarat kecil namun dengan batu/berlian yang berkualitas tinggi. Namun semua kembali pada diri Anda masing-masing, belilah cincin pertunangan yang sesuai dengan keadaan ekonomi Anda. Ingatlah, yang terpenting dalam pernikahan ialah bagaimana Anda dan pasangan menjalaninya dengan baik, bukan ukuran cincin atau besarnya pesta pernikahan.

Mitos : Sang Pria yang Memilih Cincin
Cincin pertunangan akan menjadi aksesoris di sisa hidup Anda, untuk itu banyak wanita yang menginginkan cincin pertuangannya sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Oleh karena itu, ajaklah kekasih Anda untuk memilih cincin bersama-sama. Jika Anda menginginkan surprise untuk sang kekasih, pastikan Anda mengetahui bagaimana seleranya dan tentunya ukuran jari manisnya.
Mitos : Meminta Izin Ayah Sang Kekasih Ketinggalan Jaman
Jangan berpikir Anda tidak perlu meminta izin ayah sang kekasih dalam hal lamar-melamar ini. Bahkan sebagian besar wanita masih memegang teguh diperlukannya ijin sang ayah sebelum ia menerima lamaran kekasihnya. Beberapa wanita juga menginginkan sang kekasih meminta ijin pada ibunya. Oleh karena itu siapkan diri Anda sebaik mungkin, untuk meminta ijin dari keluarga sang kekasih sebelum melamarnya, tentunya tidak dalam sepengetahuan kekasih Anda, untuk membuat surprise.
Mitos : Melamar Sambil Berlutut Itu Perlu!
Dalam film-film Anda mungkin pernah melihat bagaimana cara sang kekasih melamar wanita yang dicintainya dengan berlutut, baik itu di publik ataupun saat berdua. Cara seperti itu memang romantis, tetapi akan lebih baik jika Anda melamar sang kekasih dengan cara lainnya, bahkan akan lebih baik jika dengan cara yang unik atau kreatif. Misalnya, menyewa satu grup band dan menyanyikan lagu cinta untuk kekasih Anda, menuliskan sebuah poster, sampai menaruh cincin dalam kue favoritnya.
Kembangkan ide Anda, agar acara lamaran ini berkesan dalam hidup kekasih Anda. Ingatlah semua itu hanyalah mitos pernikahan, dalam artian bisa dipercaya ataupun tidak.
foto:berbagai sumber