Wedding Cake : Tradisi Unik Di Setiap Negara part.I
Monday March 8th, 2010 in Wedding's Facts | 2 Comments »

Tradisi pernikahan di setiap negara memang berbeda-beda, mulai dari upacara, pakaian, sampai wedding cake atau kue pengantin  setiap negara pun memiliki kekhasannya masing-masing. Dan berikut ini Belle akan memberikan info mengenai tradisi wedding cake di beberapa negara di Asia.

Jepang
Percaya atau tidak, banyak pengantin di Jepang memalsukan wedding cake-nya. Banyak kue pengantin yang dipajang saat acara pernikahannya terbuat dari gabus, karet, dan lainnya. Namun, kue pengantin yang sebenarnya tersimpan di dapur dan tetap disajikan kepada paru tamu.

wedding_cake_2

Korea
Orang Korea menganggap wedding cake ala Amerika terlalu manis bagi mereka. Untuk itu mereka lebih memilih kue pengantin yang terbuat dari nasi yang ditaburi bubuk kacang merah (kue khas Korea). Selain itu, kue berlapiskan whipped cream tanpa susu, mentega dan keju pun cukup populer di negeri ini.

Cina
Berbeda lagi dengan Cina,para pengantin di negeri Panda ini selalu memesan kue pengantin berukuran besar. Kue pengantin ini berlapis-lapis atau dikenal dengan sebutan “lapis surabaya.” Setiap lapisan itu merepresentasikan jenjang kesuksesan kedua pengantin. Uniknya lagi, pengantin memotong kue pengantin bukan dari atas, melainkan dari bawah. Potongan pertama ditujukan pada orangtua dan kakek-nenek sang pengantin dan pengantin baru ini harus menyuapi mereka.
wedding_cake_1

Hmmm,lalu bagaimana dengan tradisi di daerah Anda masing-masing? Apakah ada tradisi unik, seru, lucu??

foto:berbagai sumber

Tags : , ,   Category : Wedding's Facts | 2 Comments »

Tradisi Pernikahan Korea
Wednesday February 17th, 2010 in Wedding's Facts | 3 Comments »

Wedding Belle mengajak Anda untuk mengenal tradisi pernikahan di salah satu negara di dunia ini, yaitu Korea. Negara yang terkenal dengan film-film komedi dan melow, seperti “Full House”, “Coffee Prince”, dan “Boys Before Flowers”, ini ternyata memiliki tradisi pernikahan yang unik loh.

Awalnya, para teman dekat pengantin pria akan beramai-ramai membawakan hadiah pertunangan ke rumah calon pengantin wanita. Hadiah itu dimasukkan ke dalam kotak yang diberi nama hahm. Para pengantar hadiah pertunangan ini akan tiba di rumah sang pengantin wanita, lengkap dengan kostum dan wajah yang dipoles menjadi hitam, lalu mereka akan bernyanyi.

Para pembawa hadiah ini akan berhenti di depan rumah sang calon pengantin wanita, dan meneriakkan “Hahm untuk dijual, hahm untuk dijual!”. Lalu keluarga sang calon pengantin wanita akan menghampiri mereka sambil menawarkan uang. Kegiatan ini bisa disebut sebuah negosiasi, dan tentunya negosiasi yang menyenangkan juga penuh tawa.

wedding_1

Pesta pertunangan sendiri sekarang ini lebih sering diadakan di rumah makan. Dan sang calon pengantin wanita mungkin akan mengenakan hanbok (pakaian tradisional untuk acara pertunangan). Untuk hiburan, biasanya anggota keluarga akan berkaroke ria.

Sebelum pernikahan dilangsungkan, calon pengantin pria akan memberikan sebuah hadiah pada calon ibu mertuanya berupa sebuah angsa liar yang masih hidup. Namun sekarang ini lebih sering memberikan boneka angsa yang terbuat dari kayu. Angsa ini menandakan sang calon pengantin pria akan merawat anak perempuannnya seumur hidup.

Pernikahan tradisional Korea diselenggarakan di rumah sang pengantin wanita. Sedangkan sumpah pernikahan dilakukan dalam upacara yang dinamakan kunbere. Kedua pengantin akan saling membungkuk lalu meminum anggur khusus dari sebuah labu yang ditanam oleh ibu sang pengantin wanita.

wedding_2

Beberapa hari seteleh upacara pernikahan, kedua pengantin akan mengunjungi keluarga sang pengantin pria untuk menjalani upacara pernikahan lainnya yang disebut p’ye-baek. Sang pengantin wanita akan menawarkan korma dan chestnuts kepada orangtua pengantin pria. Hal ini melambangkan anak-anak.Lalu orangtua akan menawarkan sake, dilanjutkan melempar korma dan chestnuts pada sang pengantin wanita yang mencoba menangkap keduanya menggunakan pakaian pengantinnya.Di Amerika, upacara p’ye-baek dilakukan pada hari pernikahan.

Perjamuan makan dalam pernikahan tradisional Korea sangatlah sederhana. Bahkan hanya dibutuhkan sup mi, dan faktanya pesta perjamuan makan Korea disebut kook soo sang yang berarti “perjamuan mi.” Mi yang panjang melambangkan kehidupan yang panjang dan bahagia. Mi akan direbus bersama kaldu sapi dan hiasan lainnya serta sayuran. Dok, atau kue ketan biasanya menjadi hidangan yang disajikan dalam sebuah acara di negara ini, khususnya di pernikahan.

foto:berbagai sumber

Tags :   Category : Wedding's Facts | 3 Comments »

Buku Persiapan Pernikahan

Ads. Partner

Search Posts

Favourite Post

Categories

Archives

Search By Keywords

Join Us





   Subscribe

Please Your Message


Ads. Partner

Our Wedding Vendors

Statistic Web



Recent Comments